lampu (1)
fresnel yang kerap aku bangkitkan jantungnya
seketika tersungkur ke lantai
nyalak matanya
redam dan mati
bahkan di usia yang terbungkus debu
masih sempat ia mengebugebu
menghujankan sapuan cahaya
dari kelam biru misterius
hingga senja amber yang tergores
sebelum akhirnya
ia pamitan dengan letupletupan korslet
di batten berkarat.
lampu (2)
“ jalankan dimer
nyalakan par
siram lagi backlight border
berangsurangsur”
sutradara yang senantiasa getir
suaranya menggelegar
dari walky talky yang tergeletak di meja kontrol
ia mencemaskan setiap peristiwa adegan
serupa merisaukan dirinya dengan penonton
serupa penonoton adalah raja di masa depan
dan lampulampu hanyalah budak
para penyaji panggung laiknya bidak.
lampu (3)
pemburu hiburan itu pun bubar
aku terpekur di traptrap berbadan pudar
barusan saja dadaku berdebar
mengejar jalan lakonlakon yang satir
melesatkan cahaya pendar, samar
cahaya lampu par
lampu yang sesekali membunuh tidurku
menikamkan sinar pedangnya yang abyad
ke mataku, ke jasadku
ke binarbinar dada pemburu hiburan absurd.
lampu (4)
masih sempatkah kita menghela nafas?
ketika tiba saatnya follow spot dengan bengis
melesatkan peluru merkuri
ke ruangruang gelita pentas
di balkon
kita hanya menangkap tarian binal yang liar
yang menjelajahi lantai dengan sepatu balet
sebelum keburu follow ditidurkan pln.
cerita lampu
i/
adakah lampu yang paling abyad dan abadiah
selain lampu milik tuhan?
siang benderang ia legamkam orang-orang di papua
intensitas cahaya amber di turunkan menjelang senja di bali
malam sesekali gulita yang menyisa kerlapkerlip bintang di jakarta
lalu kilatan blitz di musim petir
kita kerap di potret hingga terbakar
ii/
bosan dengan lampu gemerlapan
para pemuja malam
menjelajah temaram
diantara wajahwajah bercahaya pendar
ia membuang birahinya di belukaran
iii/
malam
lampu padam
anakanak mengeja kata kalam
dengan cahaya templok yang temaram
dengan gairah hati yang hampir karam
iv/
pengendara sepeda motor
menderu merayapi gelita
mengejar anyir birahi
terpasung di loronglorong lindap
dalam gelap
motor di standar
benderang lampu dalam dirinya diredupkan
disimpan dalam nyala rindu yang lintuh
sebelum ia hanyut
dalam rengkuh pelukan istri yang berlimbak pula rindu
v/
siapakah yang telah memadamkan lampu cinta di tubuhmu?
hingga di palung jantungmu
aku terjerumat ke gelap dan tak menemukan serengkuh nyala
untuk menuntunku menjelajahi hidupmu
apakah telah kau padamkan juga?
lampu surgawi
dimana sebelum senja tempo lalu, kutitipkan kepadamu
sebagai penebusan gejolak khilafan, senantiasa menggelitar di dadaku
lalu menenggelamkanmu ke kamarkamar sunyi
siapakah aku di duniamu?
yang telah kau tanggalkan lampulampunya dari tiangtiang jantungmu.
kendari, juni 2009
lampu (5)
di kota lama
ada sebuah toko lampu yang purba
di situ kita meliriklirik beragam lampu mewah
lalu mencocokan dengan kita punya uang receh
segera kubeli balon lima watt
untuk kamar kita yang beraroma lumut
tanpa ku sangka kau membeli juga lampion hati
lalu menaruhnya di dadaku yang kerap sepi.
kendari, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar