....aku ingin menjengukmu di sana;

tetapi hanya sesaat saja kita bercengkrama

dengan letusan jantung kita masing-masing

lalu melahirkan anakanak puisi di atas tanah kerontang...

Selasa, 27 Juli 2010

SAJAK-SAJAK KONAWE


kau bercerita

kau bercerita
air laut pasang surut di desamu
sesekali tiba-tiba menjenguk kalian;
lalu sekembalinya ke lautan teluk
dibawa serta pula sisasisa puingan rumah,
perahu, pohon coklat, dan cengkeh
dan apa saja
(sebenarnya tak kau relakan untuk diberi).

lalu kutangkap rona wajahmu
menyesali kehadiran sisi lain lautan
mengingat ingat kunjungan ombak
(kadang tidak selalu bersahabat dan ramah).


wolo, 2009







pikiran dari kembara

yang kumiliki hanya pikiran dari kembara
dari musim panas konawe di langit azzura
yang menyedihkan di daerah terasing
apakah masih rela kau pungut juga sisa jejakku? kataku
sementara kau bersolek memuji adiratna
sisi lain bergerutu tentang uang, beras,
dan perkakas dapur yang usang
diluar padang ilalang menunggu
entah karena kecewa oleh peperangan menerus
ataukah apiapi telah melahapnya habishabisan
lalu menyisahkan kabut asap di awan kota
hingga kau keperihan setiap aku pulang.

yang kumiliki hanyalah pikiran masa lalu
hampir setiap musim hujan hanya berbuah kemiskinan,
apakah masih rela kau menemani tuaku, kataku
diam-diam kau tersedu di meja rias
katakatamu lamat, mengutuk sesuatu
entah karena

sementara kau bersolek memuji hari baikmu
kita tercerai berai oleh waktu

konawe, 2009








jejak malam

jam dua dini hari
jaring-jaring lubang jendela, nganga
bulan terlintas di ranggasan reranting pohonan jati
bulan yang kecil, berikan cahaya besar, namun
hati yang besar hanya menyimpan cahaya kecil.

jejak malam, tiba
di atas ranjang
berkelambu kain kusam purba
kutimang-timang ingatan jalan kembara
jejak-jejak para petualang
lalu melenyap di selipan cahaya azan

dengarlah detak jam sial
tak hentinya menghitung waktu ke depan,
suram, sendiri sunyi
dengarlah raung-raung malam
tak habis habisnya mengundang misteri,
kini, pun yang terlewati.


uepai, 2009








sebelum tiba senja

kalau saja pertarungan cinta ini
akan berujung kepada
kalah atau menang, maka aku
lebih awal mengaku kalah
bukan lantaran tiba-tiba kau jago
lalu angkuh
karena cinta lebih dalam kau miliki,
tapi aku, mesti berlalu
karena cintamu telah memburu
hingga ke ujung jejak langkahku.

sebelum tiba senja
kutinggalkan kemenanganmu,
tanpa setahumu
telah kusilipkan duri-duri masa lalu.
di bawah bantal yang berbau aku

konawe, 2009






o, duri
:sg

o, duri, adakah kau beri aku cena
o, onak, adakah kau pula menjerat raga
seperti kau berikan radangan kelu
pada penyair dan pengagum senja
yang sepi melawan balau

kolaka, 26 agustus 2007






kuburu jejak apimu
:sg

tiba-tiba di kaki halimun fajar aku tersungkur;
rindu yang merebus sembahyang kukejar
jejak-jejak api mu kuburu.
maka kudapatakan sunyiku
membalut perih-perih sedihku
dipendaran sajak-sajakmu

kolaka, 26 agustus 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar